ENDAH LARAS

Endah Laras lahir di Surakarta 3 agustus 1976. Dari kecil belajar kesenian tradisi jawa baik menari, karawitan, sinden dari Ayah (dalang) dan ibu (penari). Ketika mulai beranjak dewasa kira2 di bangku SMP SMA mulai tertarik belajar musik modern (choir dan seriosa) dan juga keroncong. Setelah itu berlanjut mempelajari musik tradisi Sunda, Jawa Timur dan Banyuwangi dan juga kontemporer. Berbekal pengalaman berkesenian, berkesempatan kerjasama dengan Dedek Wahyudi, Rahayu Supanggah, Slamet Gundono, Gunawan Mohammad, Garin Nugroho baik di dalam maupun di luar negri. Terlibat dalam Opera Jawa karya Garin Nugroho di Perancis dan Amsterdam. Beberapa kali terlibat dalam pembuatan Film diantaranya Soegija, Finding Srimulat, Miracle Jatuh dari Surga, Guru Ngaji dan Badut Maksimal. Sebagai musisi dan pesinden dlm Wayang Superstar ki Enthus Susmono di Belanda, Perancis, Belgia dan Korea. Pentas di 50thn AAC (Asia Art Culture) bersama Quartet Music String dan Music Director Yasuhiro Morinaga dari Jepang. Berkolaborasi dgn koreografer tari dari Jepang Akiko Kitamura dalam “To Belong” di Jepang, Singapore, Hongkong dan Indonesia. Rutin memberikan Workshop di Chinese University of Hongkong dan di Sekolah UWCSEA Singapore. Berkesempatan juga membacakan “Serat Jaka Tingkir” mewakili Indonesia sebagai Guest of Honour pada opening Frankfurt Book Fair 2015. Berkolaborasi dalam “Servant of the World” bersama Elizabeth Inandiak, Jennifer Lindsay, Tina Schoot dan Landung Simatupang dipentaskan di Berlin, Jerman dan Singapore. Pada bulan Oktober 2016 berkesempatan menampilkan beberapa karya dalam World Economic Forum di Davos Swiss . Menciptakan puluhan karya baik tradisi, modern, kontemporer dan keroncong juga aktif menjadi guru vokal, juri dan workshop kegiatan berkesenian.